Langsung ke konten utama

Even Nostalgia dan Perkenalan Permainan Tradisional KP3


Alhamdulillah, bersyukur yang sebanyak-banyaknya senantiasa kami haturkan kepada Allah swt. Karena pada hari Sabtu, tanggal 14 April 2018 lalu, KP3 telah menyelenggarakan acara silahturahmi relawan dan pendukung KP3 dengan tema “Nostalgia dan Perkenalan Permainan Rakyat”. Acara dihadiri oleh para relawan dan pendukung KP3, bersama anak-anak mereka. Acara ini bisa terwujud berkat kerjasama pengurus KP3 dengan Komunitas Teman Main – Jakarta, yang memiliki jargon “Karena Main Butuh Teman”.

Berangkat dari kepedulian kami akan jenis permainan di era sekarang yang cenderung bersifat individualis, kami termotivasi menyelenggarakan event ini. Gadget seperti Smartphone, Game Console (Playstation, Xbox, Nintendo, dll) atau Game Online telah mendominasi pilihan permainan Kids Jaman Now. Fenomena ini menimbulkan efek domino dalam pembentukan karakter anak sekarang dan dimasa depan. Emosi yang menjadi meledak-ledak, kemampuan bersosial dengan sesama yang sangat minim adalah beberapa diantaranya.


Kondisi ini tentunya sangat memperihatinkan mengingat generasi penerus haruslah lebih baik generasi sebelumnya. Baik tidaknya bangsa ini dimasa depan bergantung bagaimana generasi sekarang dibentuk. Anak-anak Jaman Now sudah tidak lagi mengenal permainan Gobak Sodor, Petak Umpat, Petak Jongkok, Bakiak Race, Engrang, Tak Benteng dan masih banyak lagi. Permainan rakyat sejatinya memiliki banyak nilai – nilai luhur dan pendidikan, terutama dalam menjunjung sportivitas dan toleransi antar sesama Sikap salaing support dan bersaing positif menjadi ciri khas dari permainan rakyat. Interaksi dua arah menjadikan interaksi sosial langsung dapat dirasakan dan dipelajari di lapangan oleh anak-anak.


Diakhir acara Komunitas Teman Main menjelaskan apa nilai-nilai positif yang diambil dari tiap permainan dengan kemasan yang mudah dimengerti oleh anak-anak Acara dilanjutkan dengan pengarahan Pembina KP3 . Adapun poin-poin yang disampaikan lebih diperuntukan untuk para orang tua yang sejatinya sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak di masa depan.


Dalam arahannya Ketua Kp3 menyampaikan, agar orang tua lebih bijaksana dalam memberikan gadget pada anak. Variable waktu bermain, jenis permainan dan batasan umur yang pantas menjadi hal – hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan kebijaksanaan tersebut.


Ayo bangun Indonesia dengan menyiapkan generasi emas, generasi yang ber Basthotan fil Ilmi wal Jismi, generasi yang kuat ilmu dan sehat jasmaninya.

Indonesia Harus Kuat !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pondok Pesantren As-syafi’iyah Khusus Putri Pondok Gede

Pendidikan merupakan modal yang sangat berharga untuk generasi penerus kita dalam menjalani hidupnya, bicara pendidikan bukan hanya ilmu duniawi saja, bukan hanya ilmu untuk mengejar materi tapi juga melingkupi ilmu untuk mengatur manusianya sendiri dalam menjalani kehidupan sosialnya sehari-hari yaitu kepribadian yang islami, dalam hal ini keimanan dan ketaqwaan. Untuk menciptakan putri yang berakhlak baik dan berilmu tinggi. Pesantren ini mengadopsi kurikulum 2013 yang telah di sesuaikan dengan muatan lokal, dan menggunakan 3 bahasa dalam aktifitasnya. Pesantren khusus putri ini memiliki fasilitas yang baik dan modern, beralamat di Jl. Raya Jatiwaringin No. 45 Pondok Gede Bekasi 17411 Telp. 021 – 8462237. Didirikan pada tahun 1977 oleh alm. KH. Abdullah Syafi’ie. Memiliki jenjang pendidikan dari taman kanak-kanak, madrasah diniyah, madrasah tsnawiyah, madrasah aliyah sampai perguruan tinggi. Pesantren ini memfokuskan diri untuk pengembangan IPTEK dan IMTAQ khusus putri. Pesantr...

Menumbuhkan semangat belajar pada anak

Manusia adalah makhluk pembelajar, contohnya bayi pada masa pertumbuhan mengalami proses miring, tengkurap, merangkak, berjalan kemudian bisa berlari. Hal ini bisa dilalui karena keinginan sang bayi untuk belajar. Tidak ada yang memberikan pengajaran, ketika tiba waktunya maka bayi akan belajar untuk melakukannya sendiri. Pada masa pertumbuhan,kita sering melarang bayi melakukan sesuatu seperti ketika si bayi memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya pasti kita langsung melarangnya. Namun sebagian besar kita tidak menyadari bahwa cara kita melarang dengan cara membentak atau memarahi dengan alasan yang tidak jelas adalah keliru. Hal ini akan berdampak pada anak yang menjadi malas belajar ketika mereka memasuki usia sekolah, mereka akan sulit diajak belajar mengenal huruf dan angka atau belajar hal-hal lainnya. Anehnya ketika anak ditanya sesuatu yang disukai mereka langsung antusias menjawabnya dan mengetahui hal tersebut secara detail. Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa tid...

Bagaimanakah Cara Mendidik Anak Yang Baik

Tema ini banyak diangkat diberbagai media belakang waktu ini, banyak kejadian-kejadian yang memicunya dan membuat dilema yang harus dijawab orang tua. Murid yang melawan bahkan memukul gurunya, anak yang membantah arahan orang tuanya, tawuran antar sekolah, tawuran antar desa, geng motor sebagian dari efek pendidikan anak yang tidak berhasil serta membuat orang tua prihatin, sedih dan resah tentunya. Apakah orang tua gagal mendidik anaknya dalam membentuk pribadi yang bijaksana? padahal mereka telah mendidik anaknya sebagai mereka dididik orang tua mereka. Oleh karena itu kita perhatikan dan bandingkan jaman orang tua kita dengan jaman anak kita sekarang, mari kita lihat sebagian kondisi lingkungan jaman orang tua kita: Jumlah penduduk belum besar ditandai dengan adanya ruang antar rumah yang satu dengan yang lain. Belum ada media TV swasta, media bisa jadi sumber pendidikan sekaligus juga sebagai sumber petaka, bisa jadi sumber imu tapi juga bisa jadi sumber pornografi. Kebutuha...